Minggu, 10 April 2011

Makassar Football School MFS 2000

Kota Makassar, sejak era trio PSM : Ramang, Nursalam, dan Suardi Alam, tidak pernah berhenti menelurkan bakat-bakat sepakbola Nasional. Hingga kini, tidak ada penggemar sepakbola nasional yang tidak mengenal Syamsul Bachri Haeruddin dan Syamsidar sebagai pemain sepakbola andalan PSM Makassar dan Tim Nasional Indonesia di berbagai kompetisi.

Adalah wajar jika ibu kota Sulawesi Selatan ini tidak pernah berhenti mencetak pesepakbola handal nasional. Selain memiliki warga yang memiliki minat yang sangat besar pada sepakbola, kota Makassar juga memiliki Lapangan Karebosi, yang selain sebagai alun-alun kota, juga adalah sebagai pabrik calon-calon pesepakbola handal.
Sejak matahari baru membagikan sedikit sinar paginya di kota Makassar, Karebosi sudah dipenuhi oleh orang-orang yang sibuk memainkan bola. Entah itu hanya sekedar sesekali menonton atau menendang bola, atau juga yang serius mengikuti latihan di beberapa sekolah sepakbola. Hingga malam menjelang, masih saja Karebosi tidak berhenti menyajikan pemandangan tentang orang-orang yang sibuk berlari kesana-kemari dengan bola di antara mereka.
Selain digunakan oleh klub sepak bola PSM Makassar sebagai tempat latihan utama, Lapangan yang terletak tepat di titik nol kilo meter kota Makassar ini juga digunakan sebagai base camp dan tempat latihan oleh beberapa sekolah sepakbola. Beberapa sekolah sepakbola resmi terdaftar sebagai pengguna tetap Lapangan Karebosi, di antaranya Persis dan Makassar Football School (MFS) 2000 dan beberapa sekolah sepakbola lainnya.
Keberadaan sekolah sepakbola ini tentu menjadi nilai paling positif dari pemanfaatan dan fungsi Lapangan Karebosi. Keberhasilan beberapa sekolah sepakbola ini dalam mendidik anak-anak usia dini dan remaja tentang sepakbola menjadi kunci utama lahirnya bakat-bakat baru insan sepakbola Makassar khususnya dan Tanah Air.
Piala Dunia Junior:

Makassar Football School (MFS) 2000 misalnya, sebagai sekolah sepakbola yang didukung langsung oleh pemerintah kota Makassar, sekolah sepakbola paling ternama di kota Anging Mammiri ini telah melahirkan pemain-pemain sepakbola handal. Salah satu yang paling kita kenal adalah Syamsul Haeruddin. Kapten termuda dalam sejarah PSM Makassar ini adalah alumnus MFS 2000 binaan Diza Rasyid Ali. Setelah 3 tahun dididik di MFS 2000, Syamsul Haeruddin direkrut oleh PSM Makassar, kemudian menjadi pemain inti klub, dan kini menjadi salah satu andalan Tim Merah Putih.

Selain itu, sekolah sepakbola ini juga mempunyai prestasi fenomenal di tingkat nasional dan internasional. Di tingkat nasional, mereka adalah penguasa Turnamen Piala Danone Indonesia. Di antaranya adalah pada tahun 2005, MFS 2000 keluar sebagai juara setelah pada partai final yang dilangsungkan di Stadion Sumantri Brojonegoro Kuningan, Jakarta, Minggu 26 Juni lalu, anak-anak MFS 2000 mampu mengalahkan tim dari Jawa Timur dengan skor tipis 1-0. Hasil ini mengantarkan MFS 2000 kembali menjadi wakil Indonesia ke Piala Dunia Junior Danone 2005 setelah pada tahun sebelumnya mereka juga menjadi wakil Indonesia di ajang yang sama.
Lalu bagaimana dengan prestasi bertaraf Internasional? Di berbagai ajang yang mereka ikuti, MFS 2000 telah beberapa kali mengharumkan nama bangsa. Di antaranya adalah pada tahun 2004 di kejuaraan Piala Dunia Danone di Perancis, MFS 2000 berada di urutan 26 dari 32 peserta dari seluruh dunia. Hasil yang tidak begitu mentereng memang, namun pada event yang baru pertama kali mereka ikuti ini mereka mampu mengalahkan tim-tim besar eropa, seperti Inggris, tuan rumah Perancis, dan Polandia. Dan lebih membanggakan lagi, pada event ini mereka juga mendapatkan predikat sebagai tim dengan kekompakan terbaik. Salut.
Keberhasilan menembus kejuaraan dunia tahun 2004 berulang di tahun berikutnya. Setelah menjuarai turnamen Danone Indonesia di tahun 2005, MFS 2000 kembali berhak mendapatkan tiket untuk mengikuti Kejuaraan Dunia U-12 di Lyon, Perancis. Dan lebih baik dari hasil di tahun sebelumnya, di turnamen ini anak-anak MFS 2000 berhasil menduduki peringkat 10 dunia, 16 peringkat lebih baik dari tahun sebelumnya, dan berhasil meraih penghargaan sebagai tim dengan serangan terbaik (best attack) karena dari 32 negara peserta, anak-anak Makassar menjadi tim dengan produktivitas gol terbaik, dan berhasil memecahkan rekor gol selama penyelenggaraan piala dunia junior, yaitu 24 gol. Dan Irvin Museng, striker andalan mereka memperoleh penghargaan sebagai striker terbaik dan top scorer dengan 10 gol.
Dan pada akhir Juli 2006, pada Festival U-12 Internasional Danone Cup, MFS 2000 kembali menjadi wakil Indonesia. Lebih hebat dari tahun-tahun keikutsertaan mereka sebelumnya, MFS kembali mengharumkan nama bangsa setelah berhasil mengalahkan tim-tim besar eropa dan asia, dan kemudian berhasil menduduki peringkat 4 dunia. Selain itu, mereka juga mendapatkan penghargaan sebagai tim dengan pertahanan terbaik (best defence) setelah hanya kebobolan 1 gol.
Prestasi tingkat internasional yang berhasil MFS 2000 dapatkan tidak berhenti di situ saja. Di awal September 2006, sekolah sepakbola yang dipimpin oleh Diza Rasyid Ali ini mendapatkan undangan khusus untuk mengikuti Holland Cup di Amsterdam. Dan tidak tanggung-tanggung, prestasi yang didapatkan anak-anak Makassar ini : Runner Up, dan hanya kalah melalui adu penalti dari Irlandia di babak Final.
Dari Lap Karebosi, sampai Lyon Perancis dari lampu merah hingga Ajax Amsterdam
& menggapai peringkat 4 Dunia di piala Danone Nations Cup tahun 2004-2005-2006   
Setiap tim-tim besar dunia selalu memiliki pemain yang menjadi maskot timnya. Raul Gonzales adalah maskot Real Madrid, Paolo Maldini adalah maskot AC Milan, dan Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo adalah maskot dari tim Manchester United. MFS 2000 juga memiliki pemain yang menjadi maskot tim. Dan pemain itu adalah Irvin Museng.
Pemain yang 2 kali membawa MFS ke putaran piala dunia junior ini adalah kunci permainan tim MFS 2000. Bersamanya MFS 2000 berhasil menjadi tim paling kompak di tahun 2004. Dan pada tahun berikutnya, berkat tambahan 10 golnya di ajang Piala Dunia Danone, ia berhasil mencatatkan rekor gol piala dunia junior untuk tim Indonesia (24 gol) dan menjadikan Indonesia sebagai tim tersubur sedunia. 10 gol yang berhasil diciptakannya di ajang ini juga mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak dan striker terbaik.
Prestasi ini tidak pelak lagi membuatnya dilirik beberapa klub ternama dunia. Ajax Amsterdam (Belanda) kemudian resmi memanggilnya untuk mengikuti seleksi masuk Akademi Sepakbola Ajax. Suatu penghargaan yang luar biasa membanggakan bagi Indonesia, karena pengguna nomor punggung 10 di MFS 2000 ini adalah satu-satunya wakil dari Asia yang dipanggil mengikuti seleksi.
Setelah melalui seleksi yang ketat, kini putra Makassar berusia 13 tahun ini resmi berlatih di Akademi Sepakbola Ajax. Dan ketika ditanya apa harapannya kelak, ia hanya berujar, “saya ingin main di Tim Nasional jika nanti dibutuhkan.”
Nasib beruntung lain diterima Abanda. Berbeda dengan Irvin Museng, pemain MFS 2000 yang berposisi sebagai stopper ini hingga kini masih berlatih seperti biasanya di Lapangan Karebosi.
Bakat sepakbola yang dimilikinya telah mengubah nasibnya. Siapa sangka, Abanda yang di rumahnya akrab disapa dengan sebutan Aco ini dulunya adalah pengemis jalanan dan tinggal di pemukiman kumuh khusus penderita kusta.
Menurut pengakuan Daeng Halimah, nenek Abanda, remaja kelahiran 24 April 1994 ini sudah mengemis sejak berusia belum sebulan. Dengan digendong sang kakak, menghampiri setiap pete-pete (angkutan kota) yang berhenti di perempatan untuk mengemis uang receh penumpang. Hingga usia sekolah dasar, Abanda masih juga rutin menjalani pekerjaannya tersebut setiap hari untuk membayar hutang sang nenek dan membayar biaya sekolah.
Abanda tidak sekalipun membayangkan akan bermain bersama anak-anak lainnya di MFS 2000. Mahalnya biaya masuk dan iuran bulanan membuatnya tidak berani memimpikannya. Namun berkat bantuan teman baiknya, Herli, Abanda akhirnya bisa ikut berlatih di sekolah sepakbola di MFS 2000. Uniknya, hal ini dikarenakan Herli yang ngambek, tidak mau masuk MFS 2000 jika Abanda juga tak ikut. Abanda tentu tak mungkin mendapatkan uang lima ratus ribu rupiah. Herli membujuk ayahnya untuk membiayai Abanda. Dan ayah Herli, yang juga adalah salah seorang anggota DPRD Sulsel, menyanggupi permintaan anaknya. Dan akhirnya Abanda masuk, dan diterima sebagai siswa MFS 2000.
Bersama Herli, Abanda menjadi pemain MFS 2000 untuk kompetisi Liga Danone 2005 di Jakarta. Posturnya yang tinggi membuat Ahmad Palolo, pelatihnya memposisikan Abanda sebagai stopper. Dan keputusan ini tidak salah. MFS 2000 menjadi juara di Jakarta, dan pada Kejuaraan Dunia Danone di Perancis, berkat penjagaan pertahanan yang dimotori Abanda, Indonesia berhasil memperbaiki prestasi yang mereka raih di tahun sebelumnya.
Berkat prestasi yang ditorehkannya, Abanda diangkat sebagai anak oleh Diza Rasyid Ali, manajer Makassar Football School 2000. Dan kini ia menempati sebuah bangunan di salah satu sudut selatan Lapangan Karebosi, tidak jauh dari tempat latihan MFS 2000.
Berkat bakat besarnya, nasib Abanda kini berubah. Ia tak perlu lagi turun ke jalan mengemis uang logam untuk membeli makan, membayar hutang neneknya dan membiayai sekolahnya. Oleh ibu angkatnya, ia disekolahkan di SMP Nasional Makassar, di Jl. Ratulangi. Kini ia hanya perlu berkonsentrasi untuk sekolah, menyelesaikan tugas sekolah, dan berlatih sepakbola. Benar-benar bakat yang mengubah segalanya.
Sementara itu, di sudut Lapangan Karebosi, 'Irvin Museng-Irvin Museng' lain sedang berlatih menendang bola dan mencetak gol untuk mencoba mengharumkan nama bangsanya, dan 'Abanda-Abanda' lain sedang belajar mendrible bola untuk mengubah nasib hidupnya masing-masing. Dan bersama giringan-giringan bola itu, bintang-bintang baru tidak pernah berhenti terbit dari Lapangan Karebosi.*** (Mohammad Mustamar Natsir a.k.a. Mus_/Profmustamar)
Posted on October 5, 2006 9:10 AM |  di kutip dari website: http://bz.blogfam.com
Komentar (25)
alung:
assalamualaikum...
mau tanya neh biaya pendaftaran masuk n perbulan brp ya di MFC,,aku punya adik neh mau masukin di MFC tapi mau nanya biaya nya dulu..klo umurnya uda 17 taon masih bisa ga??
makasi ya atas jawabannya??
kirim ke email aku aja ya jawabannya..

fursana halim:
kalo mau masuk atau mau daftar gimamna caranya?
dan tinggi minimal pemain berapa?
apakah bisa kalo mau daftar tapi sudah masuk umur ke16?
kira-kira biaya pendaftaran berapa&biaya per bln nya berapa?
terima kasih ya
man.utd91@yahoo.co.id

widodo (bpp):
salut buat mfs teruskan perjuangan mu buat orang orang indonesia bangga.Dan kita disegani di dunia

maria:
Bisa tolong dijelaskan persyaratan apa saja yang diperlukan kalau mau mendaftarkan adik ke akademi sepakbola indonesia?
sekaligus mohon nomer telefon akademi tersebut untuk penjelasan lebih lanjut. terimakasih.

wandy:
komentar saya untuk pemerintah atau organisasiyang mengurus suatu badan haruslah sebaik-baiknya dan kalau bisa jika ingin nama indonesia harum dipentas dunia jangan hanya menghandalkan orang-orang yang memiliki materi yang lebih besar atau kaya, banyak sekali anak bangsa yang memiliki bakat yang mungkin tidak jauh hebatnya dengan pemain-pemain timnas,banyak sekali mereka yang memiliki bakat tetapi mereka tidak bisa mengembangkan bakat yang mereka miliki karena mereka terbentur dengan itu tadi, materiiiiiiiii. apakah pantas seorang yang ingin membela tanah airnya harus mengeluarkan biaya. pada hal kan jika kita berhasil dipentas dunia itu merupakan kebanggaan yang sangat besar bagi kita semua. mengapa mengapa maaf jika saya menyampaikan aspirasi saya ini di website and tetapi mungkin anda menyampaikannya

k1_bE:
saya rasa kemampuan anak asuhan MFS sangat bagus tapi tolong jangan terlalu menonjolkan sorang saja dalam tim karena saya merasa masih banyak yang lebih bagus dari pada yg anda tampilkan,buktinya masih ada Eko Pamungkas yang permainannya masih sangat bagus dibandingkan dengan irvin,bukti prestasinya ia menjadi top scorer pada piala danone tahun 2004,saya berharap agar semua pemain MFS bisa lebih bagus dan mengantarkan nama baik Makassar sekaligus Indonesia
BRAVO MFS n BRAVO Eko Pamungkas saya terus mendungmu?

Mas B-djo:
Salut untuk prestasi tim Yunior Indonesia khususnya MFS. mereka telah mengharumkan Negara.Mengapa mereka bisa berprestasi bagus? salah satu faktornya menurutku adalah mereka belum terkontaminasi dengan orientasi hasil yang kebanyakan di tekankan oleh klub dan pembinaan Indonesia. Mental orang indonesia rasa-rasanya memang belm mapan untuk di sandingkan dengan negara lain. khususnya sepakbola. ini dibuktikan dengan beberapa pencurian umur yang dilakukan oleh beberapa pihak dalam beberapa kompetisi yunior.
ini berimbas pada Timnas Senior. Sekian lama berlatih di Belanda tidak membuahkan hasil. dari segi mental maupun prestasi
Ayip Akhmad M:
Salut is the best buat prestasi tim yunior Indonesia, saya gak tau kenapa tim Senior Indonesia tidak memakai anak asli Indonesia, tetapi malah mengambil dan membeli pemain asing yang mahal harganya? Sekolah Sepakbola di Indonesia banyak menelurkan pemain masa depan yang berprestasi...
zeed:
Ada yang tahu kiprah Irvin Museng nggak?email dia kalo punya??semoga saja dia akan jadi stiker tajam yang akan membawa indonesia ke pentas dunia. amin
Ridwan:
TIM Nasonal Indonesia bermain Cukup baik.Kami Harap Indonesia bisa semakin maju dan berprestasi.thx..
Moch. Suradji:
Saya mendukung berdirinya sekolah2 bola seperti MFS 2000 dengan harapan semoga dikelola lebih profesional lagi..karena sdm kita sebenarnya banyak yg berpotensi&berprestasi.. cuma yg profesional belum banyak.. maaf boleh tanya alamat sekolah2 bola yg dijakarta? sekalian no. telponnya... makasih yaa infonya...
Dhika. Yogie:
Apakah Irvin Museng masih bermain di ajax jr?
dan bagaimana kabar nya sekarang?
Sebagai pecinta dan pengamat bola tentu saja, saya ingin sekali melihat salah seorang pemain Indonesia sukses di eropa yang kata nya sebagai kiblat sepak bola dunia.

"Viva, Sepakbola Indonesia"
mhistyque:
kalo gak salah, kabar terakhir si irvin museng terdaftar sebagai pemain junior Ajax Amsterdam. sekarang dipinjamkan ke klub FC Omniworld di divisi satu liga belanda...
anton:
rewako-ewako makkasar........
kita mampu bila kita mau......
Bina terus bakat anak2 indonesia,jika junior bisa juarA dunia,seharusnya kita bisa juara di tingkat yang lebih bergengsi,semisal U21,U23,trus sampe bisa ikut Piala Dunia.
BRAVO GENERASI MUDA INDONESIA.......
gw bangga bgt ma MFS...
moga2 d level senior kita bisa lebih bicara banyak
ga usah level dunia..level asia aja gw udh bangga
paling ga bisa nunjukin permainan ky pas piala asia d jakrta kmren..mainya semangt bgt
ya dan sayangnya (teramat sangat sayang) MFS tuh dah dibubarin seiring dengan revitalisai/komersialisasi lapangan karebosi yang selama ini ditebengi MFS buat jadi markasnya ...
semoga akan muncul MFS-MFS lain yang menyumbang pemain berkualitas baik teknis maupun mental bagi sepakbola indonesia
tommy:
salam kenal,
mhn maaf sebelumnya, setelah membaca atikel diatas, saya berkesimpulan hrs minta tolong kpd anda. saat ini saya mempunya sekolah bola di Kab. Bulungan. sdh berjalan selama 3 tahun. namun saya belum mengetahui syarat yang menguatkan dasar hukum sekolah sepak bola tsbt meski km sdh daftarkan ke akta notaris. Apakah perlu AD/ART,rekomendasi PSSI, sertifikasi pelatih?mhn bantuannya untuk menjelaSKAN. tRIM kASH SEBELUMNYA.WASSALAM.
adli:
saya memang bangga dengan hasil kerja mereka. sya punya usul bagaimana kalau mfs melawan pssb yang seniornya, ya.... sekedar pertandingan untuk mengadu mana club yang disiplin dan sportif bermain gituuuu.
whandy:
kenapa mfs ngadt n dimana markasx se4karang.
fabro sakul:
berapa biaya pendaftaran
hendra:
knp namaQ digantung....
karir bolaQ hancur...
skrg saya jd tukang batu
berapa biaya pendaftaran
dan uang bulanannya
jawabanya kirim ke email saja
vandie:
gmna crax mw daftar d MFS....??
truz klo dh 17 thn msh bsa g....??
Yoesrank:
Brpa uang msuk n perbulnx..?? Apa sj persyaratn spya bsa msuk d'MFC..n brpa nO TELeponx atau No Hpx sJa..tloNg dbles d'Email zYa..!!thanks
AHMAD KAWAKIBY:
kepada seluruh pengurus MFS saya ingin pemberitahuan tentang cara mendaftar di MFS saya sangat berminat please balas ya di email saya


Terbitkan Entri